Cerpen melong:Seo yang dulu dan sekarang.
Hari ini hujan.Dan sebentar lagi jam 9 malam.Rasanya dingin sekali,mengingat sebentar lagi musim dingin di Daegu.Seo hanya memakai jaket beruang bewarna abu-abu.Itupun jaket yang tipis dan lusuh.
Seo sangatlah lapar.Ia ingin memakan makanan berbahan dasar ayam,seperti samgyetang ataupun sup ayam ginseng.Dia melihat ke atas,menatap nanar pada gedung-gedung yang berdiri megah.Begitu menakjubkan.
Tetapi Seo masih tidak bisa menahan laparnya.Seo pikir,dengan cara menatap megahnya gedung,rasa takjubnya akan menghilangkan rasa laparnya.Tapi tidak,rasa laparnya malah menjadi-jadi.Seo semakin lemah dan tatapannya kabur.Seo jatuh tersungkur.Seo menatap restoran yang berjejer di hadapannya.Seo melirik ke stand yang dipasang pada sebuah restoran bernama "dae stomm".Stand yang dipasang bergambar sup ayam ginseng.Seo tidak tahan lagi,ia pun langsung menyambar ke stand tersebut lalu memakannya.
Pemilik restoran yang awalnya sedang membersihkan halaman restorannya langsung menarik dan setengah menyeret Seo ke dalam.Dan bertanya pada Seo apakah dia lapar.Seo mengangguk dan berkata bahwa dari pagi dia hanya memakan 2 apel pemberian nenek Dal.
Pemilik restoran itu bertanya lagi siapa nenek Dal itu.Seo menjawab nenek Dal adalah tetangganya.Nenek Dal sedari kecil suka bertani apel dan pir.Sampai sekarang dia masih bertani di halaman belakang rumah.Nenek Dal adalah tetangga Seo yang satu-satunya peduli pada Seo.Nenek Dal selalu memberikan apa yang dia punya pada Seo agar tidak kelaparan.Tapi,sekarang apel tidak bisa tumbuh subur.Entah karena apa.
Pemilik restoran itu mulai merasa iba pada Seo.Seo bertanya pada pemilik restoran itu sebenarnya namanya siapa.Pemilik restoran mengatakan bahwa namanya Hana.Dia sudah lama tinggal di Daegu.Hana berasal dari Jepang.Hana mengatakan kalau dia ingin merawat Seo.Tapi Seo menolaknya karena dia hanya ingin makanan.Hana berkacak pinggang,dengan nada kesal Hana menawarkan ayam saus wijen untuk Seo.Tapi Seo menolaknya dan meminta sup ayam ginseng yang harganya jauh lebih murah daripada ayam saus wijen.
Hana pun memberinya sup ayam ginseng hangat.
Seo mengatakan bahwa dia ingin terus bersekolah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari tanpa merepotkan orang lain.Seo pun menawarkan diri untuk bekerja di restoran itu.Hana menerimanya,lalu dia pun memberi pekerjaan Seo sebagai pengantar makanan ke meja.Hari-hari Seo begitu berat.Tapi Seo jalani dengan tabah.Di satu sisi dia harus cermat membagi waktu belajar dan satu sisi lain dia harus bekerja keras di restoran yang setiap hari ramai.Ia menjadi sosok pemuda yang gagah,rajin,mandiri,hemat,serta suka menabung.Seo menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.
Sekarang dia lulus dan resmi menjadi salah satu anggota tentara.Dia lulus dengan gelar cum laude di universitas yang cukup bagus.Pangkatnya sekarang adalah letnan.
Dia memutuskan untuk pulang ke rumah nenek Dal.Sesampainya di rumah nenek Dal,alangkah terkejutnya Seo.Rumah nenek Dal berubah menjadi bangunan toko.Rumahnya pun sekarang menjadi lahan parkir.Seo terduduk dan menangis.Dimanakah nenek Dal yang selalu memberinya makanan?Tidak ada yang tersisa dari nenek Dal.
Seo masuk ke toko itu.Pemilik toko itu terkaget-kaget.Apakah ini razia?Seo bertanya pemilik toko apakah dia mengenal nenek Dal.Pemilik toko itu berkata bahwa dia adalah anak dari nenek Dal.Nenek Dal sudah meninggal 2 tahun yang lalu.Tetapi,dia menitipkan surat untuk Seo.
Untuk Seo,di tempat.
Seo,jika kau diberi surat ini,mungkin kau sudah mendapati sebuah bangunan toko berdiri di rumahku.Seo,janganlah bersedih.Semuanya terjadi sesuai persetujuanku.Maafkan aku Seo,dulu aku hanya bisa memberimu makanan seadanya.Aku tidak bisa membuatmu seperti layaknya anak-anak lain.Anak-anak lain begitu gembira bersekolah dan bermain.Mereka bisa memilih makanan apa saja yang mereka mau...
Tapi,semua itu terkadang membuat mereka menjadi tidak bersyukur atas nikmat Tuhan.
Ingatlah Seo,semua ini memmbuatmu menjadi baik.Aku akan selalu bersamamu.Namamu selalu tersebut dalam doaku.
Terima kasih Seo.
Seo semakin menangis tersedu-sedu.Sekarang ia tak punya siapa-siapa lagi.Hana sudah kembali ke Jepang.Seo tetap harus menjalani hidup bagaimanapun masalahnya.Dia harus menjadi Seo yang dulu yang tak punya ayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar